Sebagai penyedia jasa pembuatan aplikasi Android, kami sering mendapat pertanyaan dari calon klien: “Berapa lama sih sebenarnya membuat aplikasi Android?”
Pertanyaan ini sangat wajar, terutama bagi pelaku usaha yang sedang merencanakan digitalisasi bisnis. Memahami estimasi waktu pengembangan sangat penting agar Anda bisa mengatur jadwal, anggaran, serta ekspektasi secara realistis.
Dalam artikel ini, kami akan membahas secara menyeluruh tentang durasi pembuatan aplikasi Android dari sudut pandang profesional, khususnya untuk Anda yang menjalankan bisnis dan sedang mempertimbangkan pengembangan aplikasi sebagai salah satu strategi pertumbuhan.
Waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi Android dapat bervariasi tergantung pada beberapa aspek berikut:
Semakin banyak fitur yang ingin Anda hadirkan, semakin panjang proses pengerjaannya.
Beberapa fitur yang umumnya memerlukan waktu lebih lama untuk dikembangkan:
Sistem login dan registrasi
Integrasi dengan payment gateway
Fitur notifikasi dan chat
Multi-role user (misalnya admin dan pelanggan)
Sinkronisasi dengan layanan pihak ketiga (API eksternal)
Desain memengaruhi bagaimana pengguna berinteraksi dengan aplikasi Anda.
Proses ini mencakup:
Pembuatan wireframe dan user flow
Desain antarmuka visual (UI)
Penyesuaian untuk berbagai ukuran layar
Jika terjadi banyak revisi, tentu akan berdampak pada durasi proyek.
Selain aplikasi Android, banyak klien juga memerlukan sistem pelengkap, seperti dashboard admin berbasis web atau backend terintegrasi.
Setiap platform tambahan ini akan menambah waktu pengerjaan.
Tim berpengalaman dengan workflow yang efisien akan mempercepat proses secara signifikan. Kami sendiri menggunakan berbagai tools modern seperti:
Firebase untuk backend ringan
Flutter (untuk proyek multiplatform)
Trello dan ClickUp untuk manajemen tugas
Git untuk version control
Berikut adalah alur kerja standar yang biasa kami terapkan saat mengembangkan aplikasi Android untuk klien korporat maupun UMKM:
Kami mulai dari memahami kebutuhan bisnis Anda. Di tahap ini, dilakukan:
Konsultasi untuk menjabarkan kebutuhan dan tujuan
Identifikasi fitur penting
Estimasi waktu dan biaya awal
Contoh: Seorang klien dari Medan membutuhkan aplikasi katalog produk dengan fitur pemesanan via WhatsApp. Estimasi pengerjaan: 3 minggu.
Tahap ini mencakup:
Pembuatan wireframe dan alur pengguna
Diskusi desain visual dan branding
Penyusunan roadmap pengembangan
Output dari tahap ini menjadi referensi utama bagi tim developer.
Tim programmer Android mulai melakukan coding:
Pembuatan antarmuka (UI)
Pengembangan logika backend dan integrasi API
Sinkronisasi dengan sistem internal (jika diperlukan)
Pengerjaan dibagi dalam sprint mingguan untuk efisiensi.
Sebelum rilis, aplikasi diuji secara menyeluruh:
Quality assurance (QA)
Pengujian di berbagai perangkat Android
Perbaikan bug berdasarkan hasil pengujian
Langkah terakhir adalah mempublikasikan aplikasi:
Pengunggahan ke Google Play
Pengisian deskripsi dan aset promosi
Proses review oleh Google (3–7 hari kerja)
Berikut estimasi waktu umum berdasarkan tipe aplikasi:
Durasi: 2–4 minggu
Contoh: Company profile, katalog produk
Durasi: 1–2 bulan
Contoh: Toko online dengan sistem pemesanan dan notifikasi
Durasi: 3–6 bulan
Contoh: Marketplace, sistem POS, aplikasi multi-user dengan integrasi API
Berikut beberapa tips yang terbukti efektif mempercepat proses pengembangan aplikasi:
Pilih vendor berpengalaman dengan portofolio yang relevan
Persiapkan brief dan materi konten sejak awal
Gunakan library atau template untuk fitur umum (login, form, dashboard)
Jaga komunikasi rutin antara tim developer dan stakeholder
Kami mencatat peningkatan permintaan dari pelaku usaha di Medan dan Pekanbaru dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mulai beralih ke aplikasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Alasannya antara lain:
Mempermudah layanan pelanggan secara online
Menambah kredibilitas usaha
Membuka akses pasar yang lebih luas
Contoh: Klien dari Pekanbaru yang menjalankan bisnis travel, kini mempermudah pelanggan dalam memesan tiket dan melihat jadwal langsung dari aplikasi Android yang kami bangun.
Apakah aplikasi wajib diunggah ke Play Store?
Tidak wajib, tapi sangat disarankan untuk menjangkau pengguna lebih luas dan meningkatkan kredibilitas bisnis.
Bisakah saya memantau progres pengerjaan?
Tentu. Kami menyediakan akses dashboard proyek dan laporan mingguan agar Anda selalu tahu perkembangan aplikasi Anda.
Berapa biaya jasa pembuatan aplikasi Android?
Biaya tergantung pada kompleksitas. Rata-rata berkisar dari Rp3 juta – Rp10 juta untuk aplikasi sederhana, hingga Rp200 juta ke atas untuk aplikasi skala besar.
Apa keunggulan menggunakan jasa profesional dibanding freelancer?
Jasa profesional umumnya memiliki tim lengkap (designer, developer, project manager), workflow yang rapi, dan memberikan garansi hasil kerja. Freelancer bisa lebih murah, tapi risikonya lebih tinggi untuk proyek jangka panjang atau kompleks.
Menentukan lama waktu pembuatan aplikasi Android sangat bergantung pada banyak faktor, mulai dari jenis fitur, desain, hingga skala proyek.
Dengan perencanaan yang tepat dan menggandeng penyedia jasa yang berpengalaman, Anda bisa mempercepat proses pengembangan sekaligus memastikan aplikasi yang dihasilkan berkualitas tinggi.
Jika Anda sedang mempertimbangkan membangun aplikasi untuk toko online, sistem reservasi, atau solusi internal perusahaan, kami siap membantu mewujudkannya secara profesional dan efisien.
Ingin konsultasi gratis untuk estimasi durasi dan biaya pengembangan aplikasi Android Anda? Hubungi tim kami sekarang.
Dalam era transformasi digital yang serba cepat, pemilik bisnis dihadapkan pada pilihan penting: menggunakan platform…
Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi…
Memulai sebuah website baru adalah tantangan besar, terutama dalam dunia yang kompetitif saat ini. Agar…
Memaksimalkan potensi bisnis secara online kini menjadi kebutuhan utama bagi banyak pelaku usaha, terutama dengan…
Transformasi digital bukan hanya tren, tetapi kebutuhan mendesak bagi industri manufaktur, termasuk pabrik di Medan,…
Dalam era industri 4.0, transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan bagi bisnis manufaktur, melainkan keharusan.…
This website uses cookies.